Lampiran Kata-kata

Kumpulan Kata-kata Terbaru

Friday, July 6, 2018

Ngena Banget! 17 Kata-kata Mutiara Ustadz Hanan Attaki

Gundah gulana di setiap kehidupan pasti ada. Ingat, kita sebagai manusia, tempatnya dosa dan salah, sehingga kita tak akan pernah luput satupun akan hal tersebut.

Terkadang, saat kita sudah berusaha memperbaiki diri, terkadang juga kita terjerumus lagi. Terus begitu, tapi Allah tetap baik kepada hamba-Nya dengan tetap memberikan jutaan kesempatan.

Tiada arti untuk galau. Jangan membuang-buang waktumu hanya untuk galau semata. Masih ada jutaan hal penting yang bisa kamu lakukan saat itu juga.

Niscaya, jika kamu bertaubat bersungguh-sungguh, yang terbaik akan datang kepada dirimu, entah itu sekarang, nanti, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau di masa yang akan datang.

Kata-kata Mutiara Ustadz Hanan Attaki

Kata-kata Mutiara Ustadz Hanan Attaki
Kata-kata Mutiara Ustadz Hanan Attaki, via alfianosekai.blogspot.com

1. How to Get Likes

Bertaubat, lalu belajar, memperbaiki diri, ta'lim, Allah nge-like banget tuh. Siapapun yang bertaubat, siapapun yang ingin belajar memperbaiki diri, semasa proses itu, Allah suka banget dengan hamba-Nya.

Walaupun Allah sering melihat diri kita banyak berbuat dosa, namun Allah masih juga manggil kita hamba.

2. Muhasabah Ramadhan

Betapa baiknya engkau ya Allah, setelah setahun lamanya kami dalam keadaan lemah, gelisah, malas, putus asa, Engkau berikan kami perjalanan wisata Ramadhan.

Engkau berikan dalam hati kami, semangat untuk kembali bangkit, untuk kembali meminta kepada-Mu, berdoa di hadapan-Mu, mendekatkan diri kepada-Mu.

Engkau Maha Mulia, sedangkan kami hina. Engkau Maha Suci, sedangkan kami tercela. Seandainya Engkau tidak sayang kepada kami, Engkau tidak akan biarkan kami memiliki kesempatan untuk mendekat kepada dirimu ya Allah.

3. Pertolongan Pertama

Allah ngasih kita pertolongan pertama, baru itu ngasih pertolongan kedua. Pertolongan pertama Allah kepada hamba-Nya yang memiliki masalah adalah Allah tolong hatinya dan dikuatkan kesabarannya.

Saat kita tinggalkan pekerjaan yang kurang baik, awalnya kita diuji dengan lapar dulu, pendapatan yang tak sebesar dulu, nggak bisa jalan-jalan, dari keluarga mulai sedikit ada guncangan.

Apa yang membuat kita bertahan pada masa-masa sulit itu? Hati kita.

4. Sabar

Dengan sedikit rasa takut, sedikit rasa kekurangan, dengan sedikit kegalauan, pasti Allah sedang menguji hamba-Nya. Teruntuk orang yang bersabar, sampaikan berita gembira kepada mereka.

Jadi, tidak ada balasan atas kesabaran, kecuali berita (kabar) gembira. Tidak ada balasan atas kesabaran, kecuali sebuah keajaiban. Tidak ada balasan dan kesudahan atas kesabaran, kecuali sebuah kemenangan. Tidak ada kesabaran menjadi penyesalan, kesabaran menjadi kerugian. Kesabaran dan kecelakaan itu bukan pasangannya.

Sunnatullah-nya, pohon sabar hanya akan berbuah keberuntungan, kebahagiaan, keajaiban, pertolongan, apalagi kebaikan-kebaikan. Jadi, pohon apa yang kita tanam, maka buah itulah yang akan kita petik.

5. GR (Gede Rasa)

Saat orang lain sedang terkena musibah, kita bilang itu untuk mengangkat derajat dirinya. Sementara itu, kalau kita kena musibah, ini karena dosa-dosa saya.

Angle yang kayak gitu lebih baik, daripada dibalik. "Emang Allah ngasih musibah ke saya, untuk ngangkat derajat saya", gitu agak GR. Sementara itu, jika orang lain kena musibah, "Elu tuh banyak dosa!" semacam kayak ada judgement kepada orang lain.

Kalau orang lain kena musibah, khusnudzon. Jangan malah bilang, "Tuh kan, gara-gara dia dulu dzalim sama saya, sekarang dibales oleh Allah", jangan gitu! Ke-GR an yang seperti itu membuat kita tak pernah belajar. Merasa jauh lebih baik, walaupun dalam kondisi yang paling sulit.

Saat dikasih suatu musibah, "Wah Allah kangen sama saya nih". Bagus, gak salah sebenarnya. Tapi, jika keseringan, itu namanya GR.

6. Solusi

Jika kita mulai merasa pekerjaan banyak masalah, usaha kita kian merugi, kalau kita punya masalah di kantor kita, maka datanglah kepada Ibu dan Ayah kita.

Kalau kita punya masalah di kampus dan sekolah kita, kenapa nilai saya anjlok, kenapa saya susah belajar, atau bahkan nggak punya semangat untuk belajar sama sekali, datanglah kepada Ayah dan Ibu kita.

Kalau kita punya masalah pribadi, datanglah kepada Ayah dan Ibu kita, karena di sanalah, Allah titipkan kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat.

Umur dan rezeki. Apapun masalah kita, datang dulu kepada orang tua, sebelum kita melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang lain.

Yang pertama harus kita evaluasi adalah, bagaimana hubungan kita terhadap orang tua kita. Sudah berapa lama kita tidak datang ke orang tua kita, sudah berapa lama kita tidak telepon orang tua kita.

Bahkan, termasuk dalam masalah jodoh sekalipun, jika orang tua kita belum meridhoinya, atau meminta jatah waktu, maka niatkan itu sebagai bentuk bakti kepada orang tua kita.

Jadikanlah bakti itu sebagai bakti yang terakhir, sebelum pada akhirnya hati kita terbagi dengan orang yang kita cintai.

7. Di-reject

Pernah nggak, kita ngerasa berjasa kepada seseorang, lalu suatu saat kita nggak butuh dia, hanya ingin menyapa saja, saat telepon, eh malah di-reject. Bukan nggak diangkat!

Kalau nggak diangkat, mungkin dia lagi kuliah, lagi di kamar mandi, sehingga telepon itu nggak dijawab, nggak diangkat. Telepon lagi, pagi telepon, siang, sore, maghrib telepon lagi, eh, malem juga telepon, tetap di-reject terus. Sehari 5 kali, bagaimana perasaan kita?

Seharusnya Allah lebih dari itu, karena kita sering nge-reject Allah.

Saat adzan tiba, kadang-kadang kita nge-reject dengan mengeluh, "duh, udah masuk waktu solat aja". Lalu, gimana kalau kita digitukan?

Apa terus masalah kita sampai kita nggak istighfar sama Allah? Pasti 1 doang masalahnya, kita nganggep Allah itu nggak penting. Padahal, hidup kita 24 jam itu di tangan Allah.

Akan tetapi, kita sombong, seolah-olah kita bisa hidup tanpa adanya Allah SWT.

8. Forgive (part 1)

Kalau ada orang yang berbuat salah kepada kita, jangan kesalahannya yang kita ambil, tapi kelebihannya yang kita ambil. Begitulah cara memaafkan.

Kalau teman kita berbuat salah kepada kita, salah ngomong, salah sikap, salah akhlak, segala macam, jangan ambil kesalahan itu, jangan kita simpan di hati.

Akan tetapi, ambillah kebaikan, kelebihan, keistimewaan dia dan simpan di hati kita. Itulah cara kita menjadi sosok yang pemaaf.

Cara kita memaafkan orang lain, cobalah perhatikan dari sekian banyak kebobrokan, kekurangan, segala aib, cela, pasti ada 1 kebaikan. Nggak mungkin jika orang nggak punya kelebihan, sebagaimana orang juga nggak memiliki kekurangan.

9. Forgive (part 2)

Jadi, kalau yang dicela itu diri kita, kita memiliki 2 pilihan, antara mengambil hak kita untuk membalas, tapi, bersabar dan memaafkan jauh lebih baik.

Hak kita memang untuk membalas, jika dia mencela kita, maka kita balas. Akan tetapi, dengan tetap bersabar dan memaafkan, jauh lebih baik di sisi Allah.

Apalagi jika kita hingga mencela, itu tak boleh. Jika sampai keburukan orang tersebut membuat dirinya dengki, sakit hati, dendam, maka kedua-duanya bergantung diantara langit dan bumi.

Loh kok? Tapi kan salah dia? Iya memang salah dia, tapi kan kita bisa saling memaafkan satu sama lain. Sehingga jika tidak saling memaafkan, amalnya dia kegantung, amal kita kegantung dan kita berdua sama-sama merugi.

Yuk mari kita belajar melapangkan dada kita, memaafkan kesalahan dari saudara kita. Caranya cukup sederhana, dengan mengingat kebaikan dia.

10. Ridho Allah, Kunci Bahagia

Siapa yang percaya terhadap Allah, Allah akan menjaga hati dia. Jaga Allah, maka Allah akan jaga kamu.

Jadi, jika kita ingin jadi orang yang bahagia, sudah percaya saja sama Allah, jadinya nggak akan khawatir.

Bukankah dengan adanya penyakit yang membuat kita tak lagi bahagia itu khawatir?

Bukankah dengan adanya penyakit yang membuat kita tak lagi bahagia itu ragu? Galau? Resah? Gelisah? Sedih

Jangan bersedih, karena Allah senantiasa bersama dengan diri kita. Jangan berputus asa, Allah bersama kita.

Ketika kita percaya Allah dengan keyakinan yang mantap, di saat itu juga, Allah akan menggenggam hati kita, kemudian Allah akan memasukkan rasa bahagia.

11. Miracle of Istighfar

Mari kita mengisi hari-hari dan malam kita, dengan memperbanyak istighfar, dengan bertaubat kepada Allah, sehingga Allah berjanji akan mengampuni hamba-Nya.

Walaupun dosa kita memenuhi langit dan bumi, nggak mungkin orang yang datang kepada Allah, malah pulang dalam rasa dan keadaan yang kecewa.

Maka, bersegeralah saudaraku, teman-temanku, segera datang kepada Allah, segera bersimpuh di hadapan Allah, segera meminta ampun kepada Allah, dan itulah kunci kebahagiaan diri kita.

12. Kalimat Sederhana, Namun Luar Biasa

Di mana Allah? Ini kalimat yang begitu sederhana, namun hasilnya begitu luar biasa.

Siapa saja yang menyelamatkan diri dari perkara yang Allah benci, maka Allah akan menyelamatkan dia dari hal yang dia benci, di dunia dan di akhirat.

Allah tak suka dengan orang yang berdusta. Kita selamat dari kebohongan, kedustaan, kedzoliman, kita menyelamatkan diri dari maksiat, dari dosa, setiap kali kita menyelamatkan diri dari perkara yang Allah tak suka, maka Allah berjanji akan menyelamatkan diri kita dari perkara yang kita tak suka.

13. Mengadu ke Siapa?

Berkali-kali Musa lari ke Allah. Ada masalah dikit, ya Allah, terus saja gitu. Makin banyak masalah, makin sering dia lari ke Allah.

Makin dia labil, makin dia mendekat ke Allah. Makin dia ngerasa beban hidupnya berat, makin dia sering sujud. Ke mana lagi kita mau lari jika bukan kepada Allah?

Adakah yang menyambut kedatangan hamba yang lemah, dengan lebih baik daripada sambutan Allah? Adakah yang lebih sabar mendengar curhat hamba-hambanya daripada sabarnya Allah mendengar curhatan kita?

14. Bikin Allah "Percaya"

Andalkan Allah. Gimana cara kita mendapat keajaiban? Buatlah Allah percaya pada diri kita, itulah tips yang paling penting.

Jikalau Allah sudah percaya sama diri kita, maka Allah akan tunjukan kebaikan dan keajaiban di dalam hidup kita. Buat Allah percaya dengan diri kita, sehingga Allah menyebut kita sebagai orang yang benar.

Jadi, bukan hanya dengan solat, Allah akan percaya dengan kita, melainkan saat kita mendapati masalah, siapa yang kita andalkan?

Jika kita mengandalkan Allah dan senantiasa seperti itu dalam kesabaran, tidak berputus asa terhadap rahmat Allah, Allah tidak akan pernah mengecewakan kita.

Dan saat Allah percaya, maka Allah akan tunjukkan keajaiban.

15. Efek Dosa di dalam Kehidupan kita

Ternyata dosa itu ngaruh di dalam kehidupan kita. Setiap kita mengalami hal yang buruk, kejadian yang buruk, musibah yang tidak baik, maka itu pasti wujud dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Soalnya, tak akan muncul suatu masalah, kecuali karena dosa. Kenapa? Karena Allah ingin mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, dengan cara memberikan musibah.

Sebagian besar dosa kita itu nggak dibalas oleh Allah, dibiarin dulu, agar kita memiliki kesempatan untuk bertaubat.

Seandainya, dosa kita itu dibalas secara terus-menerus, tapi Allah memberinya perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, memberi tahu kita agar kita "ngeh". 100 kali kita ngelihat, cuma 1 kali kelilipan.

Padahal, jika Allah mau balas yang serius, bukan seperti itu. Begitu salah melihat, maka buta langsung. Tapi, Allah maafin. Salah, biarkan, mungkin sedang khilaf, mungkin bentar lagi taubat.

16. The Power of Istighfar

Apapun bentuk segala kesenangan dan kebahagiaan yang diekspresikan oleh siapapun di muka bumi, sesungguhnya Allah lebih bahagia dan lebih senang lagi terhadap hambanya yang mau beristighfar.

Coba, kurang baik apalagi Allah sama kita. Jadi, kalau teman-teman membayangkan ada seseorang yang sedang happy, sedang excited terhadap sesuatu, Allah lebih excited lagi terhadap hambanya yang beristighfar.

Jadi kalau ingin membuat Allah tersenyum, maka istighfar. Allah itu tidak pendendam seperti diri kita, Allah itu membalas sesuai dengan amal.

17. Transaksi dengan Allah

Makanya kita transaksi dengan Allah saja. Jika kita ber-transaksi dengan Allah, nanti Allah akan datangkan manusia untuk menyayangi diri kita.

Makanya saat kita sedang berkasih sayang, karena apa? Karena Allah. Waktu kita berlapang dada kenapa? Karena Allah.

Sehingga jika Allah sering disebut, maka lihatlah hambaku, hambaku sering melakukan ini karena diriku. Wahai Malaikat, saksikanlah, sesungguhnya Aku sayang kepada hambaku. Maka Allah berkata kepada Jibril, sayangi dia, Jibril!

Karena Malaikat enggan menyalahi aturan Allah, saat Allah memerintahkan Jibril untuk menyayangi hamba-Nya, maka Jibril tunduk. Jibril memberi tahu seluruh malaikat untuk mencintai hamba ini.d

0 Komentar Ngena Banget! 17 Kata-kata Mutiara Ustadz Hanan Attaki

Post a Comment

Social Media

Back To Top